TULISAN 3
Penyesuaian diri
dan pertumbuhan personal
Seperti yang jelas
tertera pada judul, kali ini saya akan membahas tentang penyesuaian diri dan
pertumbuhan. Sebagian orang mungkin mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri
dengan lingkungan terutama pada lingkungan baru, misalnya dari lingkungan
sekolah, dari SMA lalu KULIAH tentu kalian akan merasakan perbedaan-perbedaan
yang terjadi, dan biasanya akan terasa tidak nyaman. Untuk itu harus ada
penyesuaian diri.
Selain itu nanti
juga akan dibahas bagaimana agar meningkatkan pertumbuhan personal.
Pertama kita bahas
dulu konsep penyesuaian diri. Penyesuaian diri merupakan suatu proses dinamik
yang hampir selalu membutuhkan perubahan dan adaptasi, dan dengan demikian
semakin tetap dan tidak merubah respons-respons itu, maka semakin sulit juga
menangani tuntutan-tuntutan yang berubah. Kenyataan ini menjelaskan
pengaruh-pengaruh yang menghancurkan kepribadian seseorang. Orang yang
mengalami depresi karena sering kali merasa sulit menyesuaikan diri dengan pola
tingkah laku yang di perlukan.
Penyesuaian diri dalam
bahasa aslinya dikenal dengan istilah adjustment atau personal adjustment.
Schneiders berpendapat bahwa penyesuaian diri dapat ditinjau dari tiga sudut
pandang, yaitu: penyesuaian diri sebagai adaptasi (adaptation),
penyesuaian diri sebagai bentuk konformitas (conformity), dan penyesuaian diri
sebagai usaha penguasaan (mastery)
Pada
mulanya penyesuaian diri diartikan sama dengan adaptasi
(adaptation), padahal adaptasi ini pada umumnya lebih mengarah pada penyesuaian
diri dalam arti fisik, fisiologis, atau biologis.
Penyesuaian diri yang dilakukan oleh seseorang akan
berdampak juga pada pertumbuhan personalnya. Jika seseorang dapat menyesuaikan
diri dengan baik di lingkungan sekitarnya apalagi di lingkungan baru, maka
pertumbuhan personalnya juga akan mengalami peningkatan. Sekarang, apa itu
pertumbuhan personal? Pertumbuhan adalah proses yang mencakup pertambahan
dalam jumlah dan ukuran, keluasan dan kedalaman. Prof. Gessel mengatakan, bahwa
pertumbuhan pribadi manusia adalah proses yang terus-menerus. Semua pertumbuhan
terjadi berdasarkan pertumbuhan yang terjadi sebelumnya.
Carl Rogera (1961)
menyebutkan 3 aspek yang memfasilitasi pertumbuhan personal dalam suatu
hubungan :
- keikhlasan kemampuan untuk menyadari perasaan sendiri, atau menyadari kenyataan.
- menghormati keterpisahan dari orang lain tanpa kecuali, dan
- keinginan yang terus menerus untuk memahami atau berempati terhadap orang lain.
Factor yang mempebgaruhi pertumbuhan
personal ;
1. Faktor
biologis
Karakteristik anggota tubuh yang
berbeda setiap orang, kepribadian, atau warisan biologis yang sangat kental.
2. Faktor
geografis
Faktor lingkungan yang dapat
mempengaruhi kepribadian seseorangdan nantinya akan menentukan baik atau
tidaknya pertumbuhan personal seseorang.
3. Faktor
budaya
Tidak di pungkiri kebudayaan juga
berpengaruh penting dalam kepribadian seseorang, tetapi bukan berarti setiap
orang dengan kebudayaan yang sama memiliki kepribadian yang sama juga.
Selain itu, ada satu hal yang tidak
kalah penting berkaitan dengan penyesuaian diri dan pertumbuhan personal adalah
komunikasi. Dengan kemampuan komunikasi yang baik maka penyesuaian diri dan
pertumbuhan personal seseorang juga akan berjalan baik.
SUMBER :
Semium, yustinus.2006.kesehatan
mental 1.kanisius:Jakarta
Christensen.j.paula.2009.proses keperawatan.buku
kedokteran EGC : Jakarta Schuler, E. Definition and Conceptualization of Stress in
Organizations, Thousand Oaks: Sage, 2002
Fatimah, N. (2006). Psikologi perkembangan. Bandung : Pusaka Setia.
Ali, M. & Asrori, M.
(2005). Psikologi remaja perkembangan
peserta didik. Jakarta : PT Bumi Aksar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar