BIOGRAFI
Nama lengkap saya Jaya Rhamdhani lahir Sukabumi
tanggal 23 Maret 1991,Semenjak saya lahir saya tinggal bersama kedua orang tua
saya dan satu orang kakak perempuan nama
kakak perempuan saya adalah Lia Amilah.semenjak lahir saya adalah anak yang sering
sakit-sakitan, Saya dan kakak saya beda 6 tahun,tapi semenjak umur saya tiga
tahun saya hanya tinggal bertiga saja yaitu ibu dan kakak saya saja.pada saat
itu saya tidak tahu bahwa bapak saya entah pergi kemana.hari demi hari kami
lalui hanya bertiga,ibu saya yang bekerja dan kakak saya yang menemani saya di
rumah,sampai pada saat berusia 7 tahun barulah saya masuk SD yaitu SDN 1
sukabumi ciaul kaler.dari kecil saya terbilang anak yang pendiam tidak banyak
tingkah dan sedikit pemalu,dan di sekolah saya adalah anak yang cukup
pintar& cerdas ini terbukti karena saya masuk ranking 5 besar di
sekolah.dan saya juga termasuk anak yang memiliki banyak teman, meskipun pemalu
saya adalah orang yang mudah beradaptasi dan teman-teman saya banyak yang menyukai
saya terutama wanita,karena menurut mereka saya adalah anak yang
menyenangkan.dan di lingkungan rumah saya adalah anak yang aktif mengikuti
kegiatan sosial,hampir setiap kegiatan sosial saya selalu ikuti,meskipun saya
anak yang sedikit bandel karena jika bermain saya selalu lupa waktu,hingga saya
selalu dimarahi oleh ibu saya,tapi meskipun begitu saya sangat menyayangi ibu
saya dan begitu pula sebaliknya,sedari kecil saya bercita-cita ingin menjadi
seorang profesor atau ilmuwan karena hobi saya menciptakan sesuatu yang baru
apapun itu,serta sangat suka sekali menggambar karena saya anak yang mempunyai
imajinasi dan daya khayal tinggi,tapi seiring berjalannya waktu dan
bertambahnya usia serta pengaruh
lingkungan cita-cita saya pun selalu berubah-ubah dari menjadi seorang ilmuwan
ingin menjadi pilot kemudian ingin menjadi pembalap.tapi pada saat akan
kenaikan kelas dan umur saya akan bertambah menjadi 8 tahun ibu saya meninggal
dunia karena penyakit yang sudah lama di deritanya,saya sangat sedih sekali
pada saat itu karena saya sangat sayang sekali pada ibu saya,saya juga menyesal
karena saya tidak bisa memenuhi permintaan terakhir ibu saya pada saat itu.
saya malah lebih memilih bermain dengan teman-teman saya,sejak ibu saya
meninggal saya menjadi anak yang pemurung dan terkadang suka menyendiri
prestasi di sekolah pun sedikit menurun,belum lagi saya sering di ledek oleh
teman-teman saya,karena saya sudah tidak punya ibu dan itu membuat saya semakin
terpuruk dan membuat saya hampir tidak mau sekolah lagi,kehilangan ibu saya
membuat saya harus benar-benar belajar mandiri meskipun saat itu saya masih
membutuhkan kasih sayang dari ibu saya,mulai dari menyuci baju berangkat
sekolah makan tidur semua dilakukan dengan sendiri.setelah beberapa lama ibu
saya meninggal barulah bapak saya menjemput saya di sukabumi tempat saya
tinggal.pada saat itu saya kenaikkan kelas 2 SD dan saya bersama kakak saya
pindah ke bogor tinggal bersama bapa saya,ketika sampai di bogor bapa saya
sudah punya istri dan 3 orang anak perempuan yang menjadi ibu dan adik tiri
saya kemudian saya daftar kembali sekolah di SDN Cilendek 3 bogor,saya mulai
tinggal di bogor dari kelas dua SD,pada saat saya masuk kelas pertama kali di
sekolah saya di temani oleh sodara saya yang ternyata satu kelas dengan saya,pada
saat perkenalan saya sangat malu dan grogi karena kota baru,lingkungan baru,dan
teman-teman baru ini semua terlihat asing bagi saya pada saat itu.tapi karena
saya adalah orang yang mudah beradaptasi meskipun agak sedikit pendiam dan
pemalu pada awal perkenalan saya dengan cepat membaur dan bergaul dengan
teman-teman saya di sekolah tapi pada saat itu saya mempunyai sedikit masalah
dengan teman-teman saya terutama wanita,mereka selalu mengejek saya itu
pendek,ejekan itu membuat saya menjadi anak yang minder dan tidak percaya diri
apalagi bila wanita yang saya suka mengejek saya juga tambah mnider dan malu.di
rumah saya selalu di marahi oleh ibu tiri saya,saya tidak tahu alasannya kenapa
ibu tiri saya itu selalu memarahi saya mungkin karena saya adalah anak tirinya
karena sering di marahi saya menjadi tidak betah tinggal di rumah saya lebih
sering menghabiskan waktu di luar rumah bermain bersama teman-teman saya.di
rumah saya selalu marahi oleh ibu tiri saya dan di sekolah saya selalu di ejek
oleh teman-teman saya dan karena pada saat itu saya termasuk anak yang kurang
mampu dalam hal ekonomi,ini sangat berbeda ketika saya tinggal di sukabumi saya
sangat di sayangi oleh ibu kandung saya dan banyak di sukai oleh teman-teman
saya,keadaan ini membuat mental saya turun saya sangat sedih dan kesal.tapi
seiring berjalannya waktu saya perlahan-lahan bangkit dari keterpurukan mental
ini meskipun saya sering di ledek oleh teman-saya dan di rumah saya sering
dimarahi oleh ibu tiri saya dengan alasan yang tidak jelas,saya tidak terlalu
memperdulikan itu semua,perlahan tapi pasti ledekan teman-teman saya itu
berhenti dengan sendirinya dan berubah menjadi pujian ketika saya memasuki
kelas 6 SD malah pada saat itu menjadi kebalikannya biasanya saya sering di
ledek oleh teman-teman wanita saya di sekolah kini mereka malah menyukai
saya,ya meskipun ibu tiri saya di rumah masih tidak menyukai saya karena
mungkin saya bukan anak kandungnya.memasuki masa SMP,saya memilih daftar di
SMPN 4 Bogor dan di SMPN ini adala SMPN terfavorit di Bogor dan merupakan SMPN
impian saya juga,namun saya sangat kecewa pada saat itu karena saya tidak di
terima di kedua-duanya saya sangat kesal dan juga sedih dan sekaligus iri
kepada teman-teman saya yang di terima di SMPN tersebut,karena tidak di terima
saya sempat berpikiran buat apa susah-susah belajar kalau teman saya yang lain
yang lebih malas pun masuk dan keterima di SMPN favorit tersebut sedangkan saya
yang susah payah belajar malah tidak keterima,akhirnya saya memutuskan untuk
daftar di sekolah swasta saja saya masuk SMP Taruna Terpadu Bogor yang terletak
di salabenda.pada hari pertama saya masuk Sekolah di SMP saya datang terlambat
dengan prasaan yang masih kesal dan malas karena ini bukan sekolah yang saya
harapkan,di masa SMP saya agak kesulitan dalam beradaptasi mungkin karena saya
anak yang pemalu dan juga pendiam yang membuat saya susah membaur dengan
teman-teman saya,perlahan-lahan tapi pasti akhirya saya dapat membaur dan
bergaul juga dengan teman-teman saya,di sekolah saya mengikuti kegiatan
ekstrakulikuler (KIR) karya ilmiah remaja dan untuk kegiatan olahraganya saya
mengikuti ekstrakulikuler sepak bola,di dalam ekstrakulikuler sepak bola saya
hanya selalu mendapatkan posisi cadangan
saja di dalam setiap pertandingan dan turnament mungkin karena saya kurang
mahir dalam bermain sepak bola dan pada
saat pertandingan saya jarang dimainkan sama sekali.karena bosan dan juga kesal
akhirnya saya keluar dari sepak bola dan memilih KIR saja,di KIR saya terbilang
anak yang cukup berbakat tidak seperti di sepak bola di KIR saya selalu
medapatkan nilai yang cukup bagus,nah pada suatu waktu teman saya mengajak
untuk mengikuti ekstrakulikuler bola basket tentu saja saya menolak karena saya
tidak bisa sama sekali bermain bola basket,tapi karena teman saya memaksa
akhirnya saya ikut juga.di hari pertama latihan bola basket saya bermain buruk
dan bodoh sekali malah lebih buruk dari bermain sepak bola,berbeda dengan teman
saya yusuf,yunus dan dikcy mereka sangat jago dan terampil sekali bermain bola basket
karena kesal dan tidak bisa saya memutuskan untuk keluar dari basket,tapi
teman-teman saya melarang dan mencegah saya untuk keluar,ya akhirnya saya tidak
jadi keluar dan meneruskan ekstrakulikuler basket meskipun saya tidak bisa
bermain basket,tapi karena iri terhadap teman-teman saya yang jago dan terampil
dalam bermain bola basket apalagi mereka di idolai para wanita di sekolah.ini
membuat saya menjadi bertekad untuk menjadi jago dan terampil dalam bermain
bola basket,akhirnya saya membeli sebuah bola basket uangnya dari uang jajan
saya yang pas-pasan pada saat itu,saya berlatih dengan giat dan keras agar saya
bisa menyamai ketrampilaan teman-teman saya,dan pada saat pemilihan Tim Basket
untuk mengikuti Turnament Bola Basket di Pajajaran,saya terpilih tapi hanya
menjadi Tim cadangan saja,sementara teman-teman saya menjadi Tim Inti dengan
perasaan sedikit kecewa dan juga senang saya akhirnya mengkuti Turnament
tersebut.pertandingan pun di mulai Saat itu suasana Gor sangat Ramai dan di
penuhi sorak penonton saya menjadi bersemangat ingin segera beranjak dari
bangku cadangan saya untuk bermain di lapangan,dan menit demi menit berlalu
saya pun masih duduk di bangku cadangan hingga pertandingan selesai meskipun
Tim saya Menang saya sangat kecewa,kesal dan iri karena saya hanya duduk di
bangku cadangan saja tidak seperti teman-teman saya yang benar-benar bermain
dan merasakan kemenangannya,saya pun berlatih lebih giat dan lebih keras lagi
agar bisa menjadi Tim Inti dan bermain di setiap turnament Bola Basket.Pertandingan
demi pertandingan telah di lewati dan saya hanya duduk di bangku cadangan saja
tanpa pernah bermain menyentuh lapangan dan Bola Basket di setiap pertandingan.
Turnament selanjutnya pun di mulai seperti biasa suasana yang ramai penuh
dengan suporter dari masing-masing Tim saya kembali duduk di bangku cadangan
dan seperti biasa saya duduk di bangku cadangan dan berpikiran kalo saya tidak
akan bermain di pertandingan kali ini.tapi keajaiban pun datang saya akhirnya
di mainkan juga oleh pelatih saya menggantikan teman saya yang kelelahan.tapi
saya hanya dimainkan satu menit terakhir saja sebelum pertandingan usai,saya baru
saja berlari kelapangan dan dua kali memegang bola pertandingan pun
selesai.haduh itu rasanya harga diri saya seperti di remehkan,tapi saya tidak
menyerah begitu saja saya masih terus berlatih dengan keras,dua tahun setengah
saya berlatih Bola Basket dan tiba saatnya pada suatu pertandingan dan untuk
pertama kalinya saya tidak duduk di bangku cadangan ataupun jadi tim cadangan
kali ini saya menjadi Tim Inti dan bermain full empat kuarter dan memenangkan
pertandingan juga,tentu saja saya bangga karena saya berhasil menjadi Tim Inti
saya tidak lagi menjadi pemain cadangan yang kerjaannya duduk di bangku
cadangan pada saat itu saya menaiki kelas tiga SMP,prestasi saya di sekolah pun
tidak kalah membanggakan meskipun di kelas satu saya hanya mendapatkan juara
sebelas namun menaiki kelas dua dan tiga saya mendapatkan juara dua umum,karena
saya banyak sekali mengkuti kegiatan di sekolah saya tidak lagi menjadi anak
yang pemalu dan pendiam tapi berubah menjadi anak yang pemberani dan menyukai
tantangan atau kompetisi serta percaya diri karena prestasi saya di bidang
olahraga dan belajar saya banyak disukai oleh para kaum wanita,pertama kali saya
mengalami ketertarikan dengan lawan jenis sebenarnya kelas 6 sd namun pada saat
itu saya di tolak oleh wanita yang saya suka alasannya karena pada saat itu
masih kecil dan belum boleh berpacaran,Di SMP saya adalah anak yang sering
bergonta ganti pacar tapi saya bukan playboy.memasuki masa SMA saya
bercita-cita masuk SMAN 5 dan SMAN 2di Bogor tapi lagi-lagi saya kurang
beruntung saya tidak di terima di kedua SMAN tersebut tentu saja saya kembali
mengalami kekecewaan,kekesalan dan kesedihan saya sempat Down pada saat itu dan
berhari-hari tidak makan karena sedih dan kecewa.saya tidak keterima karena
nilai saya kurang sedikit,padahal saya sudah belajar dengan giat agar bisa
masuk SMAN tersebut,tapi di rumah ada sebuah keajaiban datang ibu tiri saya
yang tadinya memusuhi saya kini berubah menjadi sangat baik kepada saya,saya
tidak tahu apa alasannya dia menjadi baik kepada saya,yang jelas saya senang
pada saat itu karena ibu saya sudah berubah menjadi baik meskipun saya sedang
bersedih karena tidak masuk SMAN tersebut.kemudian saya kembali daftar di SMA
swasta yaitu saya sekolah di SMA TARUNA TERPADU yang sama dengan sekolah SMP
saya dulu.memasuki masa SMA saya mulai belajar mandiri dalam segala hal,dan
mulai bertambah kepercayaan diri dan keberanian saya, saya bukan lagi anak yang
peminder dan pemalu.di SMA saya lebih mudah membaur dan beradaptasi dengan
lingkungan dan teman-teman saya sama seperti di SMP saya mengikuti banyak
sekali kegiatan saya mengikuti ekstrakulikuler basket dan juga KIR.di basket
saya langsung keterima menjadi Tim Inti kali ini saya tidak menjadi cadangan
lagi dan sekaligus menjadi kapten basketnya turnamen demi turnamen saya ikuti
menang dan kalah adalah hal biasa buat saya di SMA saya lebih beruntung karena
tidak hanya berprestasi di sekolah mendapat juara satu umum serta sering
mendapatkan beasiswa dari kantor tempat bapak saya bekerja,tetapi kali ini
banyak sekali wanita yang menyukai saya sampai saya bingung mau pilih yang
mana,saya tidak tahu alasan mereka menyukai saya yang jelas di SMA lebih
menyenangkan,selain basket di luar sekolah saya juga mengkuti kegiatan yaitu
saya masuk komunitas L.A STREET BALL bogor.saat pertama kali masuk komunitas
ini saya tidak terlalu merasa bingung karena pada dasarnya saya sudah tahu
dasarnya bermain basket.L.A STREET BALL adalah sebuah komunitas freestyle
basket dan juga sebuah ajang kompetisi untuk menunjukan kemampuan kita dalam
bermain freestyle basket,di komunitas ini saya belajar banyak hal selain
belajar freestyle basket saya juga belajar beatbox,breakdance dll.saya
juga mengikut kompetisi L.A STREET BALL
di jakarta dari streetball saya tertarik belajar DJ dan ingin menjadi Dj
alasannya karena saya menyukai music dj namun untuk menjadi DJ perlu biaya yang
lumayan mahal pada saat itu saya tidak mempunyai uang banyak karena saya
berasal dari keluarga sederhana,karena saya ingin sekali menjadi DJ akhirnya
saya memustuskan untuk mencari uang dengan cara berjualan di sekolah
saya,selain berjualan saya juga mendapatkan uang dari beasiswa yang saya dapat
dan dari hasil ngelatih basket di sekolah saya.di sekolah saya terpilih menjadi
pelatih basket dan uangnya lumayan bisa saya tabung.kelulusan SMA pun tiba saya
lulus tahun 2010 dan saya terpilih kembali menjadi siswa berprestasi dan juara
umum,setelah lulus SMA saya kembali bercita-cita ingin menjadi DJ dan akhirnya
uang saya pun terkumpul, kemudian saya belajar DJ di jakarta setelah satu bulan
belajar nge DJ dan akhirnya saya menjadi Dj sungguhan saya banyak bermain di
club-club malam di jakarta pada saat itu dan dari dunia DJ saya mengenal
kembali hal baru dan dunia baru yaitu dunia Drift.Drift adalah sebuah ajang
kompetisi atau komunitas mobil balap,nah dari sini saya belajar Drift juga
melalui teman saya,setelah berbulan-bulan menjadi DJ.akhirnya saya ketahuan
oleh orang tua saya dan tentu saja mereka melarang dan menyuruh saya untuk
berhenti menjadi DJ,saya sempat merasa kesal dan marah pada mereka,karena saya
sangat menyenangi profesi saya ini.akhirnya saya berhenti menjadi DJ dan
bekerja menjadi sales selama dua bulan,lalu saya menjadi pengantar pizza selama
satu bulan dan yang terakhir saya bekerja di restoran di Serpong pada saat di
restoran saya bekerja sebagai tukang cuci piring selama 2 minggu kemudian di
angkat menjadi waiter lalu menjadi kepala gudang lalu menjadi HRD di restoran
tersebut,saya bekerja di restoran tersebut selama 6 bulan alasan saya keluar
karena saya ingin menjadi DJ kembali dan meneruskan pendidikan saya.kemudian
saya daftar kuliah di gunadarma masuk jurusan psikolgi angkatan 2011.pada saat
saya daftar kuliah di gunadarma bapak saya tidak menyetujuinya karena saya
masuk jurusan psikolgi,tapi saya tetap daftar karena ini adalah pilihan saya
meskipun saya di suruh membiayai uang kuliah saya sendiri.di kuliah saya
kembali menjalani hobi saya sebagai DJ tp kali ini kedua orang tua saya tidak
lagi melarang saya menjadi DJ mungkin mereka sudah mengerti saya atau sudah
bosan memarahi saya.pada saat pertama kali masuk kuliah saya mendapatkan halnya
yang sangat sekali berbeda dengan masa SMA.sebagai mahasiswa kita di tuntut
untuk lebih mandiri dan lebih kreatif dan sekarang saya memasuki semester Lima
tingkat dua di universitas gunadarma.namun prestasi di gunadarma ini tak
sebagus di masa SMA,di Gunadrma saya hanya mendapatkan nilai IPK 3.2
saja.walaupun begitu saya akan terus berusaha dan berjuang untuk kesuksesan
diri saya sendiri,dan saya yakin kalau saya pasti sukses, amin.