Senin, 12 Januari 2015

desain sistem informasi psikologi



SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI (S.I.P)
SISTEM
       Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat. Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Sistem merupakan entitas, baik abstrak maupun nyata, dimana terdiri dari beberapa komponen yang saling terkait satu sama lain. Objek yang tidak memiliki kaitan dengan unsur-unsur dari sebuah sistem bukanlah komponen dari sistem tersebut. 
Sistem adalah suatu jaringan kerja dari beberapa prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu tujuan tertentu. Pengertian lain dari sistem adalah kumpulan beberapa elemen yang berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu.
Selain definisi di atas, beberapa ahli juga mencoba mendefinisiskan sistem. Berikut definisi sistem menurut para ahli:
a. L. James Havery
    Menurutnya sistem adalah prosedur logis dan rasional untuk merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan maksud untuk berfungsi sebagai suatu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.
b. C.W. Churchman
    Menurutnya sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang dikoordinasikan untuk melaksanakan seperangkat tujuan.
c. Murdick dan Ross
    Sistem sebagai seperangkat elemen yang digabungkan satu dengan lainya untuk suatu tujuan bersama. 
d. Kamus Webster’s Unbriged 
    Elemen-elemen yang saling berhubungan membentuk satu kesatuan atau organisasi. 
e. Scott (1996) 
    Sistem terdiri dari unsur-unsur seperti masukan (input) , pengolahan (processing) serta keluaran(output), dan ciri pokok sistem menurut Gapspert ada empat, yaitu sistem itu beroperasi dalam suatu lingkungan, terdiri atas unsur-unsur, ditandai dengan saling berhubungan dan mempunyai satu fungsi atau tujuan utama.
Dari beberapa definisi sistem menurut para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa sistem merupakan elemen-elemen yang didalamnya terdapat suatu interaksi dan mempunyai tujuan bersama.
Karakteristik Sistem
1. Komponen/Elemen
    Komponen dari suatu sistem dikenal sebagai subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
2. Batasan (Boundary)
    Daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau
dengan lingkungan luarnya.
3. Lingkungan luar (Environment)
     Segala sesuatu diluar dari batas sistem yang mempengaruhi operasi sistem
4. Penghubung sistem (Interface)
   Suatu media yang menghubungkan antara suatu subsistem dengan subsistem lainnya. Media tersebut antara lain adalah Input atau masukan sistem yang berupa instruksi, data transaksi atau data non transaksi. Selain Input ada juga Output atau keluaran sistem yaitu hasil pemrosesan, dapat berupa keluaran berguna (informasi/produk) dan keluaran yang tidak berguna (limbah). Namun pada sistem informasi Output dapat berupa informasi, saran atau cetakan laporan.
5. Masukan sistem (input)
  Merupakan energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan agar sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Sebagai contoh didalam sistem komputer, program adalah maintanance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.
6. Keluaran sistem (Output)
    Merupakan hasil dari energi yang diolah oleh sistem.
7. Pengolah sistem (Process)
   Merupakan bagian yang memproses masukan untuk menjadi keluaran yang diinginkan.
8. Sasaran Sistem       
    Suatu tujuan yang ingin dicapai oleh suatu system.
Klasifikasi Sistem
1. Sistem Abstrak
    Suatu pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Contoh:  Sistem Teologi.
2.  Sistem Fisik
    Sistem yang tampak secara fisik. Contoh : Sistem komputer, Sistem Operasi dsb
3. Sistem Alamiah
    Sistem yang terjadi karena proses alam, bukan buatan manusia .    
    Contoh :Sistem perputaran   bumi, sistem pencernaan
4. Sistem Buatan
    Sistem yang dirancang oleh manusia. Contoh : Sistem informasi
5. Sistem Deterministik
    Sistem yang beroperasi dengan tingkah laku dan sudah dapat diprediksi. 
Contoh : Sistem komputer
6. Sistem Probalistik
   Sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.        
 Contoh : sistem sosial, sistem politik dsb.
7. Sistem Tertutup
    Sistem yang tidak berhubungan dan tidak berpengaruh dengan lingkungan luarnya
8.  Sistem Terbuka
    Sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luar


INFORMASI
   Kata informasi berasal dari kata Perancis kuno informacion (1387) yang diambil dari bahasa Latin informationem yang berarti garis besar, konsep atau ide-ide. Informasi adalah pesan (ucapan atau ekspresi) atau kumpulan pesan yang terdiri dari order sekuens dari simbol, atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan. Informasi dapat direkam atau ditransmisikan. Sumber informasi adalah data. Informasi diperoleh setelah data-data mentah diproses atau diolah.
Selain definisi di atas, beberapa ahli juga mencoba mendefinisiskan informasi. Berikut definisi sistem menurut para ahli:
1. Raymon McLeod (1995)
   Informasi sebagai data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berarti bagi penerimanya. Alat pengolah informasi dapat meliputi elemen computer, elemen non komputer atau kombinasinya.
2. Abdul Kadir
     Informasi merupakan data yang telah proses sedemikian rupa sehingga meningkatkan pengetahuan orang yang menggunakan data tersebut.
3. Jogiyanto HM
   Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
4. Joner Hasugian
    Informasi adalah sebuah konsep yang universal dalam jumlah muatan yang besar, meliputi banyak hal dalam ruang lingkupnya masing-masing dan terekam pada sejumlah  media.
5. Kenneth C. Laudon
     Informasi adalah data yang sudah dibentuk ke dalam sebuah formulir bentuk yang bermanfaat dan dapat digunakan untuk manusia.
Kriteria Informasi
1. Akurat
2. Relevan
3. Tepat waktu
4. Ekonomis
5. Efisien
6. Dapat dipercaya
Fungsi Informasi
    Untuk mengurangi ketidakpastian didalam proses pengambilan keputusan tentang suatu keadaan. Selain itu, informasi juga berguna untuk memberikan suatu dasar kemungkinan untuk menanggapi seleksi kepada pengambilan keputusan. Fungsi informasi tidak mengarahkan pengambilan keputusan mengenai apa yang harus dilakukan, tetapi mengurangi keanekaragaman dan ketidakpastian untuk mengambil suatu keputusan yang baik (Moekijat,1991).
PSIKOLOGI
    Psikologi berasal dari perkataan Yunani yaitu “psyche” yang artinya jiwa, dan “logos” yang artinya ilmu pengetahuan. Jadi secara etimologis (arti kata) psikologi artinya ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai macam-macam gejalanya, prosesnya, maupun latar belakangnya. Dengan singkat di sebut ilmu jiwa. Beberapa ahli juga mendifinisikan psikologi sebagai berikut:
1. Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid 13
   Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan binatang baik yang dapat dilihat  secara langsung maupun yang tidak dapat dilihat secara langsung.
2. Richard Mayer
    Psikologi merupakan analisis mengenai proses mental dan struktur daya ingat untuk memahami perilaku manusia.
3. Wilhem Wundt & E.B Titchener
   Psikologi adalah pengalaman manusia yang dipelajari dari sudut pandang pribadi yang mengalaminya seperti perasaan panca indera, pikiran, merasa (feeling), dan kehendak.
4. Allport
    Psikologi adalah satu upaya untuk memahami dan menjelaskan bagaimana pikiran, perasaan, dan perilaku individu yang dipengaruhi oleh kehadiran orang lain secara aktual, dibayangkan, atau hadir secara tidak langsung.

Dari penjelasan psikologi diatas, dapat disimpulkan bahwa pengertian psikologi diatas menunjukkan beragamnya pendapat para ahli psikologi. Perbedaan tersebut bermuasal pada adanya perbedaan titik berangkat para ahli dalam mempelajari dan membahas kehidupan jiwa yang maha kompleks itu. Itulah sebabnya sehingga sangat sukar adanya satu rumusan pengertian psikologi yang disepakati oleh semua pihak.
Aliran-aliran psikologi :
1. Struktualisme
    Tokoh : Wilhelm Wundt. 
Tujuan dari aliran ini adalah untuk menemukan unit-unit atau elemen-elemen yang membangun pikiran. Metode yang membangun pikiran yang digunakan oleh ahli aliran ini untuk menemukan unit-unit dasar dari pikiran adalah instropeksi.
2. Fungsionalisme
    Tokoh : John Dewey (1873–1954). 
Aliran ini menyatakan bahwa pikiran dan perilaku itu adaptive, yang berarti manusia dapat menyesuaikan lingkungan yang berubah. Itu berarti ahli psikologi dalam aliran ini mempelajari fungsi pikiran dan perilaku.
3. Psikoanalisis
    Tokoh : Sigmund Freud (1856-1938) . 
Aliran ini mengatakan bahwa kebanyakan apa yang kita lakukan dan pikirkan merupakan hasil dari keinginan atau dorongan yang alam tidak sadar (unconscious).
4. Psikologi gestalt
    Tokoh : Max Wertheirmer (1880 – 1943). 
Aliran ini menolak analisis dan penguraian jiwa ke dalam elemen-elemen yang lebih kecil karena dengan demikian, makna dari jiwa itu sendiri berubah sebab bentuk kesatuannya juga hilang. Menekankan pada fenomenologis dalam aktifitas mental namun tetap empiris.
5. Behaviorisme
   Tokoh : John B. Watson (1879-1958). 
Aliran ini menekankan pada respon-respon yang dikondisikan serta menekankan pada perilaku yang dipelajari dibandingkan dengan perilaku yang tidak dipelajari.

SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI
    Sistem informasi psikologi adalah suatu sistem yang menyediakan informasi-informasi yang berkaitan dengan ilmu psikologi yang dapat dijadikan untuk meningkatkan penguna dalam pengambilan suatu keputusan terhadap penelitian, perencana, dan pengelolaan. Contoh dari sistem informasi psikologi yang berbasis komputer adalah situs theinkblot.com. Pada situs ini, terdapat penyajian tes Rorschach online. Psikologi sendiri berbicara tentang manusia. jika digabungkan, sistem informasi psikologi mencangkup : Hardware, Software, People, Procedurs , Data dan manusia. Hardware dan software sebagai mesin sedangkan prosedur dan manusia sebagai pelaku, Dan data berfungsi sebagai jembatan dari keduanya. Sistem informasi bisa dimanfaatkan oleh pelaku psikologi untuk membantu mereka saat penghitungan skor dalam beberapa tes psikologi.

referensi :
- Ahmadi, H. Abu. (2009). Psikologi umum (edisi revisi 2009). Jakarta: RINEKA CIPTA
- Basuki, A. M. Heru. (2008). Psikologi umum. Depok: Universitas Gunadarma
- Ladjamudin, Bin Al-Bahra. (2005). Analisis dan desain sistem informasi. Graha Ilmu :  Yogyakarta.
- Riyanti, Dwi B.P.,Prabowo, Hendro., Puspitawati, Ira. (1996). Psikologi Umum 1. Jakarta: Gunadarma.


Minggu, 14 Desember 2014

SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN

Teori  pembuatan keputusan
Pembuatan keputusan merupakan salah satu unsure yang sangat esensial
dalam organisasi dan manajemen. Pembuatan keputusan bukan hanya fungsi
pimpinan, tapi juga suatu proses partisipasi seluruh anggota untuk meningkatkan
fungsi-fungsi manajemen. Bagi pimpinan pembuatan keputusan itu merupakan salah
satu fungsi untuk yang tidak dapat dihindari untuk tidak melakukannya, sebab tanpa
pembuatan keputusan fungsi kepemimpinan tidak dapat dilaksanakan dan pungsi
manajemen tidak dapat berjalan untuk mewujudkan tujuan organisasi.
Herbent Simon (1978) mengemukakan bahwa keputusan itu adalah suatu
manifestasi kewenangan pimpinan yang sangat diharapkan oleh bawahan, sebab
tanpa pembuatan keputusan, seluruh kegiatan bawahan menjadi tidak pasti. Ketidak
pastian ini menyebabkan lemahnya pimpinan yang dapat mengakibatkan labilnya
organisasi. Kelabilan ini merupakan titik awal kehancuran organisasi.
Konsep, Pengertian Dasar dan Tujuan DSS
Konsep DSS
Konsep DSS dimulai pada akhir tahun 1960-an dengan timesharing komputer. Untuk pertama kalinya seseorang dapat berinteraksi langsung dengan komputer tanpa harus melalui spesialis informasi.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgipkvN-eTRy8lzqyx_nM10MkDeQtDrzNzdoILOZn0GhdY3jQZJfM1ifcFDjmbphqDAURfdj3fLbCRo40XH_ik_5iO8iSP2y8Lv9VnKz8S_I9cZ9Hlz9LrcT_xeRtXR9vIPJ5P2z-bPEtc/s1600/Matrik+Glory+dan+scott+morton.jpg
Gambar 1. Matriks Gorry dan Scott Morton

Gambar 1 diatas didasarkan pada konsep Simon mengenai keputusan tepogram dan tak terpogram serta tingkat-tingkat manajemen Robert N.Anthony. garis terputus-putus horisontal yang melalui tengah matriks sangat penting. Garis itu memisahkan masalah yang telah berhasil dipecahakan pada saat itu dengan bantuan komputer (bagian atas) dari masalah yang belum terkena pengolahan komputer.
Pengertian DSS : suatu sistem yang memeberikan kontribusi terhadap para manajer untuk memberikan dukungan dalam pengambilan keputusan.

Tujuan DSS :
Menurut Peter G.W. Keen dan Scott Morton, ada tiga tujuan yang harus dicapai DSS, antara lain:
1.      Membantu manajer membut keputusan untuk memecahkan masalah semi terstruktur.
2.      Mendukung penilaian manajer bukan mencoba menggantikannya.
3.      Meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan manajer daripada efisiensinya.
MODELAN MATEMATIS
Model adalah abstrak, model itu mewakili beberapa entity, yaitu objek dan aktivitas. Contohnya jika sebuah model mewakili perusahaan maka perusahaan itu disebut entity-nya.
Macam-macam model :
Model Statis dan Dinamis.
Model statis adalah model yang tidak memasukkan waktu sebagai variabelnya, model ini berkaitan dengan situasi pada pada suatu saat tertentu sedangkan model dinamis adalah model yang memasukan waktu sebagai variabel, model ini mewakili tingkah laku entity sepanjang waktu.
Model Probabilitik dan Deterministik
Model pobabilitas adalah model tentang adanya peluang akan terjadi sesuatu. Pobabilitas mempunyai jangkauan 0,00 (untuk sesuatu yang tidak punya peluang) dan 1,00 (untuk sesuatu yang nyata-nyata terjadi) sedangkan model deterministic adalah kebalikan dari model pobabilitas.
Model Optimisasi dan Suboptimisasi
Model optimisasi adalah model yang menentukan pemecahan terbaik diantara altermatif yang ada. Agar model tersebut dapat melakukan hal ini, maka masalah harus terstruktur dengan baik. Sedangkan model suboptimisasi yang seringkali disebut satisficing model adalah model yang memungkinkan manajer untuk melakukan serangkaian keputusan, dan model tersebut akan memproyeksikan penyelesaian. Model ini tidak mengidentifikasikan keputusan yang akan mennghasilkan penyelesaian yang terbaik, namun menyerahkan tugas tersebut kepada manajer.
KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN PEMODELAN
Manajer yang menggunakan model matematis memperoleh keuntungan sebagai berikut :
Proses pemodelan menjadi pengalaman belajar.
Kecepatan simulasi memberikan kemampuan bagi kita untuk mengevaluasi dampak keputusan dalam jangka waktu yang singkat.
Model memberikan daya peramalan.
Model membutuhkan biaya yang lebih murah daripada metode trial and error.
Sedangkan kerugian model matematis adalah :
Sulitnya pemodelan sistem bisnis dan akan menghasilkan model yang tidak dapat menangkap semua pengaruh pada entity.
Dibutuhkan keterampilan matematika yang tinggi untuk menggembangkan model yang lebih kompleks secara pribadi.


SPK berkelompok
keunggulan
Adanya pengetahuan yang lebih luas
Pencarian alternatif keputusan lebih luas
Adanya kerangka pandangan yang lebar
Resiko keputusan ditanggung kelompok
Karena keputusan kelompok, setiap individu termotivasi untuk melaksanakan
Dapat terwujudnya kreativitas yang lebih luas, karena adanya berbagai pandangan kelemahan Lempar tanggung jawab mudah terjadi
Memakan waktu dan biaya lebih
Efisiensi pengambilan keputusan menurun
Keputusan kelompok dapat merupakan kompromi atau bukan sepenuhnya keputusan kelompok
Bila ada anggota yang dominan, keputusan bukan mencerminkan keinginan kelompok
Peran DSS dalam Pemecahan Masalah
Sistem Penunjang Keputusan (Decision Support System) mempunyai peran yang cukup penting dalam menyelesaikan suatu masalah yang dialami perusahaan. DSS dapat memperluas dukungan manajer dalam pemecahan masalah, karena DSS membagi masalah menjadi beberapa struktur untuk membantu manajer mengidentifikasi masalah dan menyelesaikan masalah tersebut dengan keputusan yang tepat.

DAFTAR PUSTAKA
McLeod, Raymond Jr. Sistem Informasi Manajemen Jilid 2. PT Prenhallindo : Jakarta
Covey, Stephen R. (1991). The 7 Habbits of Highly Effective People New York:
A Fireside Book.
Duke, Daniel L., and Canady, Robert L. (1991). School Policy. New York:
McGraw Hill, Inc.
Hargreaves, Andy., and Reynolds, David. (1989). Educational Politicies:
Controversies and Qritiques. Wiltshere: The Falmer Press.
Hough, J.R. (1984). Educational Policy. New York: st. Martin’s Press.
Kami, Michael J. (1988). Trigger Points. Singapore: McGraw Hill International
Editions.
Kanter, Rosabeth M. (1989). When Giants Learn to Dance. New York: A
Touchstone Book.
Putman, Linda L., and Pacanowsky, Michael E. (1983). Communication and
Organization. Beverly Hills: Sage Publication, Inc.
Water, Dan. (1991). 21st


Century Management. Singapore: Prentice Hall.

Senin, 27 Oktober 2014

tugas sistem informasi psikologi

nama : jaya rhamdhani
npm : 13511794
kelas : 4pa07

Database
Database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS).
- Era permulaan database Era permulaan database ditandai dengan :
* Pengulangan data
* Ketergatungan data
* Kepemilikan data yang tersebar
- Konsep database
Database adalah suatu koleksi computer yang terintegrasi, diorganisasikan dan disimpan dalam suatu cara yang memudahkan pengambilan kembali. Integrasi logis dari catatan – catatan dalam banyak file ini disebut konsep database. Tujuan dari konsep database adalah meminimumkan pengulangan dan mencapai independensi data. Independensi data adalah kemampuaan untuk membuat perubahan dalam struktur data tanpa membuat perubahan pada program yang memproses data. Independensi data dicapai dgn menempatkan spesifikasi dalam tabel & kamus yg terpisah secara fisik dari program. Program mengacu pada tabel untuk mengakses data.
- Struktur database
* Hubungan eksplisit
Satu pendekatan untuk menetapkan hubungan eksplisit antara catatan – catatan dari beberapa file adalah dengan menyusun catatan – catatan tersebut dalam suatu hirarki, ini disebut struktur hirarki. Suatu catatan yang memiliki anak catatan disebut parent, dan anak catatan itu disebut children.
* Hubungan implisit Hubungan implisit, yaitu hubungan yang dapat dinyatakan secara tidak langsung dari catatn data yang telah ada. Data dalam database relasional ada dalam bentuk tabel – tabel yang disebut flat file. Flat file adalah suatu penyusunan data dua dimensi dalam kolom – kolom dan baris – baris.
Keunggulan dan kelemahan database dan DBMS
Keunggulan DBMS :
* Mengurangi pengulangan data.
* Mencapai independensi data.
Spesifikasi data disimpan dalam tiap program aplikasi. Perubahan dapat dibuat pada struktur data tanpa mempengaruhi program yang mengakses data.
* Mengintegrasikan data dari beberapa file.
Saat file dibentuk sehingga menyediakan kaitan logis, organisasi fisik tidak lagi menjadi kendala.
* Mengambil data dan informasi secara cepat.
Hubungan logis query language memungkinkan pemakai mengambil data dalam hitungan detik atau menit. * Meningkatkan keamanan.
Baik DBMS mainframe maupun komputer mikro dapat menyertakan beberapa lapis keamanan seperti kata sandi, direktori pemakai, dan bahasa sandi.
- Kelemahan DBMS :
* Memperoleh perangkat lunak yang mahal.
* Memperoleh konfigurasi perangkat keras yang besar.
* Memperkerjakan dan mempertahankan staf DBA.
- Peranan database dan DBMS dalam memecahkan masalah
Peranan DATABASE :
Menentukan kebutuhan data dengan mengikuti pendekatan berorientasi masalah atau pendekatan model perusahaan.
Peranan DBMS :
* Data yang berulang dalam bentuk multifile duplikat maupun data duplikat dalam satu file.
* Data dan program menyatu.
* Kebutuhan untuk mengintegrasikan data dari file-file.
* Kebutuhan untuk memperoleh data secara cepat.
* Kebutuhan untuk membuat data dengan aman.
5. Peranan database dan DBMS dalam memecahkan masalah
Peranan DATABASE :
Menentukan kebutuhan data dengan mengikuti pendekatan berorientasi masalah atau pendekatan model perusahaan.
Peranan DBMS :
* Data yang berulang dalam bentuk multifile duplikat maupun data duplikat dalam satu file.
* Data dan program menyatu.
* Kebutuhan untuk mengintegrasikan data dari file-file.
* Kebutuhan untuk memperoleh data secara cepat.
* Kebutuhan untuk membuat data dengan aman.  
REFERENSI :

Minggu, 05 Oktober 2014

tugas sistem informasi psikologi

UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS PSIKOLOGI


KAITAN ANTARA ARSITEKUR KOMPUTER DAN STRUKTUR KOGNISI MANUSIA

MAKALAH
Disusun oleh :
Jaya rhamdhani
3pa07
13511795

Depok

OKTOBER 2014


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang

1.      Arsitektur komputer

             Desain komputer adalah seni menghasilkan komputer menurut spesifIkasi biaya dan kinerja yang berdaya saing. Arsitektur komputer adalah seni membuat spesifIkasi yang berlaku sepanjang beberapa generasi teknologi.
              Johann Sebastian Bach, yang menggubah musik untuk dimainkan dengan piano, menghadapi kendala selera instrumen dan cita rasa musik pada jamannya. Dalam keberadaan kendala tersebut, ia menghasilkan melodi tambahan dalam suatu aransemen yang kompleks dan dalam irama gembira. Kita masih bisa menikmatinya sekarang, sekitar 250 tabun dari jamannya. Kejeniusannya menggema sepanjang 10 generasi manusia, yang hidup lebih lama dari pada gelombang perubahan artistik, politik, dan sosial.
              Bagaimana kalau Bach mengetabui bahwa setiap lima tabun ada instrumen musik generasi barn yang selalu merniliki kemampuan menghasilkan nada yang lebih kaya dan dalam harmonisasinya dari pada setiap generasi yang digantikannya? Bagaimana jika Batch tahu kalau patron darinya tersebut telah mengangkat serangkaian lagu yang dimainkan untuk dua puluh tabun berikutnya pada instrumen yang terentang jangka waktunya selama empat generasi? Dapatkah Bach menyusun penciptaan instrumen masa datang yang berkualitas suara yang lebih baik? Dapatkah ia menghasilkan serangkaian irama dan harmoni yang memberi kekuatan pada setiap generasi instrumen berikutnya?
              Sebagai penggubah lagu yang dimainkan dengan instrumen khusus pada jamannya yaitu alat musik clavichord, harpsichord, organ, dan biola, masalah yang dihadapai Batch sarna dengan masalah yang dihadapi oleh perancang komputer, yaitu bagaimana menggunakan bakat dan kepandaian untuk memanfaatkan teknologi yang telah ada dengan tepat. Kendala atau masalah yang dihadapi oleh arsitek komputer persis seperti masalah hipotetis yang tidak dihadapi oleh Batch, yaitu bagaimana menyusun bagian yang memanfaatkan atau mengeksploitir seperangkat teknologi barn, khususnya apabila anda belum mengetabui secara pasti mengenai teknologi yang akan ada.
              Arsitek komputer harns melihat 20 tabun ke depan dan memvi- sualisasikan teknologi masa datang, agar ia dapat menciptakan mesin atau komputer yang dapat mengikuti perubahan teknologi dengan baik. Pada dua dekade yang lalu, kebanyakan arsitek tidak menyadari bahwa keputusannya untuk merancang mesin yang baru akan berdampak pada mesin yang dirancang 20 tahun atau lebih pada masa berikutnya. Beberapa keputusan desian yang nampaknya sudah dibuat secara optimal untuk membangun mesin yang sesuai dengan teknologi masa tersebut.

2.      Kognisi Manusia
  Istilah kognisi berasal dari bahasa Latin cognoscere yang artinya mengetahui. Kognisi dapat pula diartikan sebagai pemahaman terhadap pengetahuan atau kemampuan untuk memperoleh pengetahuan .Istilah ini digunakan oleh filsuf untuk mencari pemahaman terhadap cara manusia berpikir. Karya Plato dan Aristotle telah memuat topik tentang kognisi karena salah satu tujuan tujuan filsafat adalah memahami segala gejala alam melalui pemahaman dari manusia itu sendiri. Kognisi dipahami sebagai proses mental karena kognisi mencermikan pemikiran dan tidak dapat diamati secara langsung.
Oleh karena itu kognisi tidak dapat diukur secara langsung, namun melalui perilaku yang ditampilkan dan dapat diamati. Misalnya kemampuan anak untuk mengingat angka dari 1-20, atau kemampuan untuk menyelesaikan teka-teki, kemampuan menilai perilaku yang patut dan tidak untuk diimitasi.Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kognisi maka berkembanglah psikologi kognitif yang menyelidiki tentang proses berpikir manusia. Proses berpikir tentunya melibatkan otak dan saraf-sarafnya sebagai alat berpikir manusia oleh karena itu untuk menyelidiki fungsi otak dalam berpikir maka berkembanglah neurosains kognitif.
Hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh kedua bidang ilmu tersebut banyak dimanfaatkan oleh ilmu robot dalam mengembangkan kecerdasan buatan. Proses kognitif menggabungkan antara informasi yang diterima melalui indera tubuh manusia dengan informasi yang telah disimpan di ingatan jangka panjang. Kedua informasi tersebut diolah di ingatan kerja yang berfungsi sebagai tempat pemrosesan informasi. Kapabilitas pengolahan ini dibatasi oleh kapasitas ingatan kerja dan faktor waktu. Proses selanjutnya adalah pelaksanaan tindakan yang telah dipilih. Tindakan dilakukan mencakup proses kognitif dan proses fisik dengan anggota tubuh manusia (jari, tangan, kaki, dan suara). Tindakan dapat juga berupa tindakan pasif, yaitu melanjutkan pekerjaan yang telah dilakukan sebelumnya.

Faktor yang memengaruhi kesulitan dan kecepatan pemilihan dan pelaksanaan respon adalah kompleksitas keputusan, perkiraan terhadap respon, trade-off kecepatan dan akurasi, dan feedback yang diperoleh (Groover, 2007). Kompleksitas keputusan dipengaruhi oleh jumlah tindakan yang mungkin dipilih, yang juga berpengaruh terhadap lamanya waktu pengambilan keputusan. Perkiraan terhadap respon dipengaruhi oleh informasi yang diterima. Jika informasi yang diterima telah diperkirakan sebelumnya, pemrosesan informasi akan lebih cepat dibandingkan dengan yang tidak diperkirakan. Trade-off antara kecepatan dan akurasi merupakan korelasi negative antara keduanya pada pemilihan dan pelaksanaan respon. Dalam beberapa situasi, semakin cepat seseorang memilih respon, kemungkinan kesalahan terjadi meningkat. Feedback merupakan efek yang diketahui oleh seseorang sebagai verifikasi atas tindakan yang dilakukannya. Rentang waktu antara tindakan dengan feedback harus diminimasi.
  
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Arsitektur komputer

1.      Pengertian Arsitektur Komputer
Dalam bidang teknik komputer,arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer ini merupakan rencana cetak-biru (blue-print) dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya). Dalam hal ini, implementasi perencanaan dari masing-masing bagian akan lebih difokuskan, terutama mengenai bagaimana CPU akan bekerja dan mengenai cara pengaksesan data dan alamat dari dan ke memori cache, RAM, ROM, cakram keras, dll). Beberapa contoh dari arsitektur komputer ini adalah arsitektur von Neumann, CISC, RISC, blue Gene, dll (Wikipedia, 2013). Arsitektur komputer juga dapat didefinisikan dan dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biayanya (Wikipedia, 2013).
2.      Seni arsitektur komputer memiliki tiga subkategori utama:
a.    Instruction Set Architecture (ISA), ISA merupakan rangkaian kode-kode dimana prosessor sentral akan membaca dan bertindak. ISA juga merupakan bahasa mesin (kumpulan bahasa), termasukinstruction set, word size, memory address modes, processor registers, serta format data dan alamat.
b.    Microarchitecture, atau biasa dikenal sebagai Computer Organizationyang menggambarkan jalur data, data yang memproses elemen-elemen dan data penyimpanan elemen-elemen, serta menjelaskan bagaimana hal tersebut bisa menjalankan ISA. ukuran dari chace CPU komputer misalnya, merupakan suatu persoalan yang umumnya tidak memiliki pengaruh apapun terhadap ISA
c.    Sistem Desain, terdiri dari semua komponen hardware lainnya yang ada dalam sistem komputer. termasuk:
1)    Jalur data (data path), terdiri dari alat-alat transportasi dalam komputer dan saklar
2)    Pengontrol memory dan hirarki-hirarki
3)    Pemroses data lain selain CPU, seperti Direct Memory Acces (DMA)
4)    Bermacam-macam persoalan lain seperti visualisasi, multi processingdan fitur-fitur software

B.     Kognisi Manusia
1.      Pengertian kognisi manusia
Kemampuan kognitif adalah kemampuan berpikir, mengkhayal, bercita-cita, melihat jauh ke depan (visi), menetapkan tujuan-tujuan, dan membuat rencana (misi) yang berguna untuk mencapai tujuan visi-nya (Waruwu, 2010). Fadilla (2012) menjelaskan bahwa struktur kognitif seseorang adalah organisasi pengetahuan faktual yang diperoleh dari lingkungan. Struktur kognitif terbentuk dari informasi lingkungan sebagai suatu stimulus dari lingkungan yang selalu berubah, maka struktur kognitif atau pengetahuanpun akan terus berkembang. Keadaan struktur kognitif yang berkembang inilah yang mungkin menjadi prasyarat bagi seseorang yang untuk mengasimilasi dan mengakomodasi pengetahuan atau informasi lain dari lingkungan sehingga struktur kognitif ini dapat memiliki kemampuan untuk berkembang. Individu selalu berusaha membangun struktur-struktur kognitif yang adekuat untuk menghadapi lingkungan sosialnya. Maka dari itu, lingkungan yang secara intelektual miskin, tidak akan memberi motivasi bagi perkembangan, karena untuk menghadapinya hanya diperlukan struktur-struktur yang minimal (Anonim, 2007). Semakin banyak masalah yang dihadapi oleh seseorang maka semakin kaya pula perkembangan struktur-struktur kognisi orang tersebut.

C.     Kaitan antara arsitektur komputer dan struktur kognisi manusia

Struktur kognisi manusia saling berkaitan dengan arsitektur komputer yang ada dalam sistem komputer, dari penjabaran di atas telah dijelaskan bahwa arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Penjelasan tersebut tidak jauh berbeda dengan struktur-struktur kognisi yang dimiliki oleh manusia. Karena pada dasarnya, salah satu tugas kognisi manusia yaitu untuk merencanakan atau menyelesaikan masalah-masalah yang sedang dihadapi oleh individu itu sendiri dan masalah-masalah yang ada di lingkungannya. Selain itu, tanpa adanya struktur kognisi manusia yang terus menerus berkembang, arsitektur komputer mungkin tidak akan pernah tercipta atau juga tidak akan pernah berkembang mendekati sempurna. Begitu juga dengan struktur kognisi manusia yang bertugas untuk menyelesaikan masalah, mungkin tidak akan berjalan lancar jika tidak ada arsitektur komputer dalam sistem pengoperasian komputer yang dapat mempermudah bermacam-macam bentuk pekerjaan manusia. Komputer yang tidak memiliki arsitektur komputer tidak akan berfungsi dengan baik, komputer tidak akan dapat mengolah perintah-perintah yang kita buat, tidak akan bisa menyelesaikan persoalan, atau mungkin lebih banyak membuat kesalahan ketika kita menggunakannya. Sama halnya dengan kemampuan kognisi manusia, tanpa adanya struktur-struktur kognisi diri manusia, kita tidak dapat menjadi manusia yang berkepribadian dan dapat menyelesaikan masalah yang sifatnya bermacam-macam dan selalu berubah-ubah. Selain itu mungkin kita tidak dapat beradaptasi dengan hal baru dalam kehidupan kita karena tidak adanya motivasi yang diciptakan oleh struktur kognisi kita. Bisa bayangkan seorang manusia tanpa adanya struktur kognisi?

D.    Kelebihan dan Kekurangan Arsitektur Komputer dibandingkan dengan Struktur Kognisi Manusia

1.      Walaupun kedua hal tersebut saling berkaitan dan hampir sama dalam hal fungsional, namun tetap saja memiliki kelemahan dan kelebihan yang berbeda. Berikut kelemahan dan kelebihan arsitektur komputer dibandingkan dengan struktur kognisi manusia
Kelebihan:
a.   Arsitektur komputer memiliki processor yang berjumlah lebih dari satu. Sedangkan struktur kognisi hanya dikendalikan oleh satu individu.
b.   Dari segi jumlah pengguna (user), satu arsitektur komputer dapat digunakan oleh banyak pengguna yang berbeda-beda sedangkan struktur kognisi hanya dapat digunakan oleh satu orang pengguna
c.   Arsitektur komputer dapat membuka beberapa aplikasi dalam waktu bersamaan, sedangkan jika kita memikirkan beberapa hal dalam hidup atau tujuan kita secara bersamaan dan jika terlampau banyak, kita bisa stress atau bahkan sakit.
d.   Arsitektur komputer menggunakan teknologi time sharingTime sharing adalah metode dimana memperbolehkan banyak pengguna untuk mengunakan komputer secara interaktif atau dapat melakukan prosesing dalam satu computer (Anonim, 2007). Sedangkan struktur kognisi manusia tidak dapat saling berinteraktif dengan struktur kognisi yang dimiliki orang lain. setiap orang memiliki tujuan dan kepentingannya masing-masing yang harus dicapai.
e.   Arsitektur komputer memiliki kecepatan kerja processornya hingga 1GOPS (Giga Operations Per Second). Sedangkan belum ada yang dapat memastikan berapa kecepatan struktur kognisi yang dimiliki oleh manusia.
Kekurangan:
a.   Karena ukuran komputer yang besar, maka diperlukan ruangan yang besar untuk menyimpannya. Berbeda dengan struktur kognisi manusia yang dapat dibawa kemanapun dan kapanpun serta dapat langsung digunakan ketika terjadi suatu hal.
b.   Harga computer dan dilengkapi dengan arsitektur komputer sangat mahal. Namun struktur kognisi manusia telah tercipta dari kita bayi tanpa harus membayar apapun.
c.   Interface dengan pengguna dalam arsitektur komputer masih menggunakan teks. Struktur kognisis manusia bisa menggunakan apa saja untuk berinteraksi dengan pengguna lain atau bahkan dengan lingkungannya.
d.   Kerja arsitektur komputer sangat lama. Sedangkan struktur kognisi dapat langsung digunakan ketika dibutuhkan.
e.   Untuk menggunakan kinerja arsitektur komputer membutuhkan daya listrik yang sangat besar. Berbeda dengan struktur kognisi manusia yang sangat praktis 

Contoh Kasus:

Di setiap akhir perkuliahan terdapat penilaian nilai-nilai mahasiswa secara kumulatif yang sering disebut dengan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif). Untuk memproses nilai-nilai yang telah didapat oleh semua mahasiswa dari awal semester hingga akhir semester, biasanya suatu universitas menggunakan sistem komputer mengingat banyaknya jumlah mahasiswa dalam satu universitas. Sedangkan di dalam sistem komputer tersebut, terdapat arsitektur komputer yang menjalankan perintah-perintah untuk menyelesaikan penghitungan nilai IPK tersebut. Misalnya, nilai-nilai tersebut diolah dengan menggunakan Ms. Excel sebagai pengolah angka. Dalam Ms. Excel terdapat rumus-rumus yang membantu mempermudah penghitungan semua nilai-nilai yang akan dihasilkan sebagai IPK, dan pengguna hanya butuh meng-copy paste file untuk memproses nilai-nilai mahasiswa yang jumlahnya ribuan tanpa harus menulis ulang kolom & baris atau rumus-rumus yang akan digunakan. Untuk menciptakan program diatas dibutuhkan struktur kognisi manusia yang berkembang dan telah dilatih dalam hal sistem komputer dan struktur komputer.


BAB III
KESIMPULAN
Dari contoh kasus di atas dapat kita simpulkan bahwa arsitektur komputer dan struktur kognisi manusia dibutuhkan untuk mencapai apa yang telah direncanakan oleh manusia. Sesuai dengan definisi yang telah dijabarkan di atas, arsitektur komputer merupakan rencana cetak-biru (blue-print) dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya). Sedangkan struktur kognisi merupakan organisasi pengetahuan faktual yang diperoleh dari lingkungan dan selalu berkembang sesuai dengan stimulus yang didapat dari lingkungan. Manusia selalu berkembang dan selalu merubah target pencapaiannya sesuai dengan kondisi yang sedang dialami saat itu. Arsitektur computer yang merupakan konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar, dapat membantu manusia dalam mencapai target yang direncanakan dengan mudah.

Daftar Pustaka :
Anonim. 2007. Ilmu dan aplikasi pendidikan. Grasindo: Tim Pengembang Ilmu Pendidikan FIP – UPI
Anonim. 2009. Teori kognitif psikologi perkembangan Jean Piaget.http://www.psikologizone.com/teori-kognitif-psikologi-perkembangan-jean-piaget/06511234 (diakses pada 6 Oktober 2014)
Anonim. 2013. Mengenal sistem operasi komputer.http://www.golekilmu.com/2013/09/11/mengenal-sistem-operasi-komputer/ (diakses pada 6 Oktober 2014)
Fadilla, R. 2012. Analisa perbedaan struktur kognisi manusia dan arsitektur komputer serta kelebihan dan kelemahanya.http://ichasajablogspotcom.blogspot.com/2012/03/analisa-perbedaan-struktur-kognisi.html (dikutip pada 8 Oktober 2013 pukul 14.47)
Waruwu, A. 2010. Membangun budaya berbasis nilai. Yogyakarta: Kanisius (Anggota IKAPI)
Wikipedia. 2013. Arsitektur komputer.http://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur_komputer (diakses pada 6 Oktober 2014)
Wikipedia. 2013. Computer Architecture.http://en.wikipedia.org/wiki/Computer_architecture#Definition (diakses pada 6 Oktober 2014)