Minggu, 14 Desember 2014

SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN

Teori  pembuatan keputusan
Pembuatan keputusan merupakan salah satu unsure yang sangat esensial
dalam organisasi dan manajemen. Pembuatan keputusan bukan hanya fungsi
pimpinan, tapi juga suatu proses partisipasi seluruh anggota untuk meningkatkan
fungsi-fungsi manajemen. Bagi pimpinan pembuatan keputusan itu merupakan salah
satu fungsi untuk yang tidak dapat dihindari untuk tidak melakukannya, sebab tanpa
pembuatan keputusan fungsi kepemimpinan tidak dapat dilaksanakan dan pungsi
manajemen tidak dapat berjalan untuk mewujudkan tujuan organisasi.
Herbent Simon (1978) mengemukakan bahwa keputusan itu adalah suatu
manifestasi kewenangan pimpinan yang sangat diharapkan oleh bawahan, sebab
tanpa pembuatan keputusan, seluruh kegiatan bawahan menjadi tidak pasti. Ketidak
pastian ini menyebabkan lemahnya pimpinan yang dapat mengakibatkan labilnya
organisasi. Kelabilan ini merupakan titik awal kehancuran organisasi.
Konsep, Pengertian Dasar dan Tujuan DSS
Konsep DSS
Konsep DSS dimulai pada akhir tahun 1960-an dengan timesharing komputer. Untuk pertama kalinya seseorang dapat berinteraksi langsung dengan komputer tanpa harus melalui spesialis informasi.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgipkvN-eTRy8lzqyx_nM10MkDeQtDrzNzdoILOZn0GhdY3jQZJfM1ifcFDjmbphqDAURfdj3fLbCRo40XH_ik_5iO8iSP2y8Lv9VnKz8S_I9cZ9Hlz9LrcT_xeRtXR9vIPJ5P2z-bPEtc/s1600/Matrik+Glory+dan+scott+morton.jpg
Gambar 1. Matriks Gorry dan Scott Morton

Gambar 1 diatas didasarkan pada konsep Simon mengenai keputusan tepogram dan tak terpogram serta tingkat-tingkat manajemen Robert N.Anthony. garis terputus-putus horisontal yang melalui tengah matriks sangat penting. Garis itu memisahkan masalah yang telah berhasil dipecahakan pada saat itu dengan bantuan komputer (bagian atas) dari masalah yang belum terkena pengolahan komputer.
Pengertian DSS : suatu sistem yang memeberikan kontribusi terhadap para manajer untuk memberikan dukungan dalam pengambilan keputusan.

Tujuan DSS :
Menurut Peter G.W. Keen dan Scott Morton, ada tiga tujuan yang harus dicapai DSS, antara lain:
1.      Membantu manajer membut keputusan untuk memecahkan masalah semi terstruktur.
2.      Mendukung penilaian manajer bukan mencoba menggantikannya.
3.      Meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan manajer daripada efisiensinya.
MODELAN MATEMATIS
Model adalah abstrak, model itu mewakili beberapa entity, yaitu objek dan aktivitas. Contohnya jika sebuah model mewakili perusahaan maka perusahaan itu disebut entity-nya.
Macam-macam model :
Model Statis dan Dinamis.
Model statis adalah model yang tidak memasukkan waktu sebagai variabelnya, model ini berkaitan dengan situasi pada pada suatu saat tertentu sedangkan model dinamis adalah model yang memasukan waktu sebagai variabel, model ini mewakili tingkah laku entity sepanjang waktu.
Model Probabilitik dan Deterministik
Model pobabilitas adalah model tentang adanya peluang akan terjadi sesuatu. Pobabilitas mempunyai jangkauan 0,00 (untuk sesuatu yang tidak punya peluang) dan 1,00 (untuk sesuatu yang nyata-nyata terjadi) sedangkan model deterministic adalah kebalikan dari model pobabilitas.
Model Optimisasi dan Suboptimisasi
Model optimisasi adalah model yang menentukan pemecahan terbaik diantara altermatif yang ada. Agar model tersebut dapat melakukan hal ini, maka masalah harus terstruktur dengan baik. Sedangkan model suboptimisasi yang seringkali disebut satisficing model adalah model yang memungkinkan manajer untuk melakukan serangkaian keputusan, dan model tersebut akan memproyeksikan penyelesaian. Model ini tidak mengidentifikasikan keputusan yang akan mennghasilkan penyelesaian yang terbaik, namun menyerahkan tugas tersebut kepada manajer.
KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN PEMODELAN
Manajer yang menggunakan model matematis memperoleh keuntungan sebagai berikut :
Proses pemodelan menjadi pengalaman belajar.
Kecepatan simulasi memberikan kemampuan bagi kita untuk mengevaluasi dampak keputusan dalam jangka waktu yang singkat.
Model memberikan daya peramalan.
Model membutuhkan biaya yang lebih murah daripada metode trial and error.
Sedangkan kerugian model matematis adalah :
Sulitnya pemodelan sistem bisnis dan akan menghasilkan model yang tidak dapat menangkap semua pengaruh pada entity.
Dibutuhkan keterampilan matematika yang tinggi untuk menggembangkan model yang lebih kompleks secara pribadi.


SPK berkelompok
keunggulan
Adanya pengetahuan yang lebih luas
Pencarian alternatif keputusan lebih luas
Adanya kerangka pandangan yang lebar
Resiko keputusan ditanggung kelompok
Karena keputusan kelompok, setiap individu termotivasi untuk melaksanakan
Dapat terwujudnya kreativitas yang lebih luas, karena adanya berbagai pandangan kelemahan Lempar tanggung jawab mudah terjadi
Memakan waktu dan biaya lebih
Efisiensi pengambilan keputusan menurun
Keputusan kelompok dapat merupakan kompromi atau bukan sepenuhnya keputusan kelompok
Bila ada anggota yang dominan, keputusan bukan mencerminkan keinginan kelompok
Peran DSS dalam Pemecahan Masalah
Sistem Penunjang Keputusan (Decision Support System) mempunyai peran yang cukup penting dalam menyelesaikan suatu masalah yang dialami perusahaan. DSS dapat memperluas dukungan manajer dalam pemecahan masalah, karena DSS membagi masalah menjadi beberapa struktur untuk membantu manajer mengidentifikasi masalah dan menyelesaikan masalah tersebut dengan keputusan yang tepat.

DAFTAR PUSTAKA
McLeod, Raymond Jr. Sistem Informasi Manajemen Jilid 2. PT Prenhallindo : Jakarta
Covey, Stephen R. (1991). The 7 Habbits of Highly Effective People New York:
A Fireside Book.
Duke, Daniel L., and Canady, Robert L. (1991). School Policy. New York:
McGraw Hill, Inc.
Hargreaves, Andy., and Reynolds, David. (1989). Educational Politicies:
Controversies and Qritiques. Wiltshere: The Falmer Press.
Hough, J.R. (1984). Educational Policy. New York: st. Martin’s Press.
Kami, Michael J. (1988). Trigger Points. Singapore: McGraw Hill International
Editions.
Kanter, Rosabeth M. (1989). When Giants Learn to Dance. New York: A
Touchstone Book.
Putman, Linda L., and Pacanowsky, Michael E. (1983). Communication and
Organization. Beverly Hills: Sage Publication, Inc.
Water, Dan. (1991). 21st


Century Management. Singapore: Prentice Hall.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar