UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS PSIKOLOGI
KAITAN ANTARA ARSITEKUR KOMPUTER DAN STRUKTUR
KOGNISI MANUSIA
MAKALAH
Disusun oleh :
Jaya rhamdhani
3pa07
13511795
Depok
OKTOBER 2014
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
1.
Arsitektur
komputer
Desain komputer
adalah seni menghasilkan komputer menurut spesifIkasi biaya dan kinerja yang
berdaya saing. Arsitektur komputer adalah seni membuat spesifIkasi yang berlaku
sepanjang beberapa generasi teknologi.
Johann
Sebastian Bach, yang menggubah musik untuk dimainkan dengan piano, menghadapi
kendala selera instrumen dan cita rasa musik pada jamannya. Dalam keberadaan
kendala tersebut, ia menghasilkan melodi tambahan dalam suatu aransemen yang
kompleks dan dalam irama gembira. Kita masih bisa menikmatinya sekarang,
sekitar 250 tabun dari jamannya. Kejeniusannya menggema sepanjang 10 generasi
manusia, yang hidup lebih lama dari pada gelombang perubahan artistik, politik,
dan sosial.
Bagaimana
kalau Bach mengetabui bahwa setiap lima tabun ada instrumen musik generasi barn
yang selalu merniliki kemampuan menghasilkan nada yang lebih kaya dan dalam
harmonisasinya dari pada setiap generasi yang digantikannya? Bagaimana jika
Batch tahu kalau patron darinya tersebut telah mengangkat serangkaian lagu yang
dimainkan untuk dua puluh tabun berikutnya pada instrumen yang terentang jangka
waktunya selama empat generasi? Dapatkah Bach menyusun penciptaan instrumen
masa datang yang berkualitas suara yang lebih baik? Dapatkah ia menghasilkan
serangkaian irama dan harmoni yang memberi kekuatan pada setiap generasi
instrumen berikutnya?
Sebagai
penggubah lagu yang dimainkan dengan instrumen khusus pada jamannya yaitu alat
musik clavichord, harpsichord, organ, dan biola, masalah yang dihadapai Batch
sarna dengan masalah yang dihadapi oleh perancang komputer, yaitu bagaimana
menggunakan bakat dan kepandaian untuk memanfaatkan teknologi yang telah ada
dengan tepat. Kendala atau masalah yang dihadapi oleh arsitek komputer persis
seperti masalah hipotetis yang tidak dihadapi oleh Batch, yaitu bagaimana
menyusun bagian yang memanfaatkan atau mengeksploitir seperangkat teknologi
barn, khususnya apabila anda belum mengetabui secara pasti mengenai teknologi
yang akan ada.
Arsitek
komputer harns melihat 20 tabun ke depan dan memvi- sualisasikan teknologi masa
datang, agar ia dapat menciptakan mesin atau komputer yang dapat mengikuti
perubahan teknologi dengan baik. Pada dua dekade yang lalu, kebanyakan arsitek
tidak menyadari bahwa keputusannya untuk merancang mesin yang baru akan
berdampak pada mesin yang dirancang 20 tahun atau lebih pada masa berikutnya. Beberapa
keputusan desian yang nampaknya sudah dibuat secara optimal untuk membangun
mesin yang sesuai dengan teknologi masa tersebut.
2.
Kognisi
Manusia
Istilah kognisi berasal dari bahasa Latin
cognoscere yang artinya mengetahui. Kognisi dapat
pula diartikan sebagai pemahaman terhadap pengetahuan atau kemampuan untuk
memperoleh pengetahuan
.Istilah
ini digunakan oleh filsuf untuk mencari pemahaman terhadap cara manusia
berpikir
. Karya Plato dan Aristotle
telah memuat topik tentang kognisi karena salah satu tujuan tujuan filsafat
adalah memahami segala gejala alam melalui pemahaman dari manusia itu sendiri. Kognisi
dipahami sebagai proses
mental karena kognisi mencermikan pemikiran
dan tidak dapat diamati secara langsung.
Oleh karena
itu kognisi tidak dapat diukur secara langsung, namun melalui perilaku yang
ditampilkan dan dapat diamati. Misalnya kemampuan anak untuk mengingat angka
dari 1-20, atau kemampuan untuk menyelesaikan teka-teki, kemampuan menilai
perilaku yang patut dan tidak untuk di
imitasi.Untuk
mengetahui lebih lanjut mengenai kognisi maka berkembanglah
psikologi kognitif yang menyelidiki tentang proses
berpikir manusia. Proses berpikir tentunya melibatkan otak dan saraf-sarafnya
sebagai alat berpikir manusia oleh karena itu untuk menyelidiki fungsi otak
dalam berpikir maka berkembanglah
neurosains kognitif.
Hasil-hasil
penelitian yang dilakukan oleh kedua bidang ilmu tersebut banyak dimanfaatkan
oleh ilmu robot dalam mengembangkan
kecerdasan buatan. Proses kognitif menggabungkan antara
informasi yang diterima melalui indera tubuh manusia dengan informasi yang
telah disimpan di ingatan jangka panjang. Kedua informasi tersebut diolah di
ingatan kerja yang berfungsi sebagai tempat pemrosesan informasi. Kapabilitas
pengolahan ini dibatasi oleh kapasitas ingatan kerja dan faktor waktu. Proses
selanjutnya adalah pelaksanaan tindakan yang telah dipilih. Tindakan dilakukan
mencakup proses kognitif dan proses fisik dengan anggota tubuh manusia (jari,
tangan, kaki, dan suara). Tindakan dapat juga berupa tindakan pasif, yaitu
melanjutkan pekerjaan yang telah dilakukan sebelumnya.
Faktor yang
memengaruhi kesulitan dan kecepatan pemilihan dan pelaksanaan respon adalah
kompleksitas keputusan, perkiraan terhadap respon, trade-off kecepatan dan
akurasi, dan feedback yang diperoleh (Groover, 2007). Kompleksitas keputusan
dipengaruhi oleh jumlah tindakan yang mungkin dipilih, yang juga berpengaruh
terhadap lamanya waktu pengambilan keputusan. Perkiraan terhadap respon dipengaruhi
oleh informasi yang diterima. Jika informasi yang diterima telah diperkirakan
sebelumnya, pemrosesan informasi akan lebih cepat dibandingkan dengan yang
tidak diperkirakan. Trade-off antara kecepatan dan akurasi merupakan korelasi
negative antara keduanya pada pemilihan dan pelaksanaan respon. Dalam beberapa
situasi, semakin cepat seseorang memilih respon, kemungkinan kesalahan terjadi
meningkat. Feedback merupakan efek yang diketahui oleh seseorang sebagai
verifikasi atas tindakan yang dilakukannya. Rentang waktu antara tindakan
dengan feedback harus diminimasi.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Arsitektur komputer
1.
Pengertian
Arsitektur Komputer
Dalam bidang teknik komputer,arsitektur
komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu
sistem komputer. Arsitektur komputer ini merupakan rencana
cetak-biru (blue-print) dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian
perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya).
Dalam hal ini, implementasi perencanaan dari masing-masing bagian akan lebih
difokuskan, terutama mengenai bagaimana CPU akan bekerja dan mengenai cara
pengaksesan data dan alamat dari dan ke memori cache, RAM, ROM, cakram keras,
dll). Beberapa contoh dari arsitektur komputer ini adalah arsitektur von
Neumann, CISC, RISC, blue Gene, dll (Wikipedia, 2013). Arsitektur komputer juga
dapat didefinisikan dan dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai
cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan
sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biayanya
(Wikipedia, 2013).
2.
Seni arsitektur komputer memiliki tiga
subkategori utama:
a.
Instruction Set Architecture (ISA), ISA merupakan rangkaian kode-kode dimana prosessor sentral
akan membaca dan bertindak. ISA juga merupakan bahasa mesin (kumpulan bahasa),
termasukinstruction set, word size, memory address modes, processor
registers, serta format data dan alamat.
b.
Microarchitecture, atau biasa dikenal sebagai Computer Organizationyang
menggambarkan jalur data, data yang memproses elemen-elemen dan data penyimpanan
elemen-elemen, serta menjelaskan bagaimana hal tersebut bisa menjalankan ISA.
ukuran dari chace CPU komputer misalnya, merupakan suatu persoalan yang umumnya
tidak memiliki pengaruh apapun terhadap ISA
c.
Sistem Desain, terdiri dari semua
komponen hardware lainnya yang ada dalam sistem komputer.
termasuk:
1)
Jalur data (data path), terdiri
dari alat-alat transportasi dalam komputer dan saklar
2)
Pengontrol memory dan hirarki-hirarki
3)
Pemroses data lain selain CPU, seperti Direct
Memory Acces (DMA)
4)
Bermacam-macam persoalan lain seperti
visualisasi, multi processingdan fitur-fitur software
B. Kognisi Manusia
1.
Pengertian
kognisi manusia
Kemampuan kognitif adalah kemampuan berpikir, mengkhayal, bercita-cita,
melihat jauh ke depan (visi), menetapkan tujuan-tujuan, dan membuat rencana
(misi) yang berguna untuk mencapai tujuan visi-nya (Waruwu, 2010). Fadilla
(2012) menjelaskan bahwa struktur kognitif
seseorang adalah organisasi pengetahuan faktual yang diperoleh dari lingkungan. Struktur
kognitif terbentuk dari informasi lingkungan sebagai suatu stimulus dari
lingkungan yang selalu berubah, maka struktur kognitif atau pengetahuanpun akan
terus berkembang. Keadaan struktur kognitif yang berkembang inilah yang mungkin
menjadi prasyarat bagi seseorang yang untuk mengasimilasi dan mengakomodasi
pengetahuan atau informasi lain dari lingkungan sehingga struktur kognitif ini
dapat memiliki kemampuan untuk berkembang. Individu selalu berusaha membangun
struktur-struktur kognitif yang adekuat untuk menghadapi lingkungan sosialnya.
Maka dari itu, lingkungan yang secara intelektual miskin, tidak akan memberi
motivasi bagi perkembangan, karena untuk menghadapinya hanya diperlukan
struktur-struktur yang minimal (Anonim, 2007). Semakin banyak masalah yang
dihadapi oleh seseorang maka semakin kaya pula perkembangan struktur-struktur
kognisi orang tersebut.
C. Kaitan antara arsitektur komputer dan struktur kognisi manusia
Struktur kognisi manusia saling berkaitan dengan arsitektur komputer yang
ada dalam sistem komputer, dari penjabaran di atas telah dijelaskan bahwa
arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar
dari suatu sistem komputer. Penjelasan tersebut tidak jauh berbeda dengan
struktur-struktur kognisi yang dimiliki oleh manusia. Karena pada dasarnya,
salah satu tugas kognisi manusia yaitu untuk merencanakan atau menyelesaikan
masalah-masalah yang sedang dihadapi oleh individu itu sendiri dan
masalah-masalah yang ada di lingkungannya. Selain itu, tanpa adanya
struktur kognisi manusia yang terus menerus berkembang, arsitektur komputer
mungkin tidak akan pernah tercipta atau juga tidak akan pernah berkembang
mendekati sempurna. Begitu juga dengan struktur kognisi manusia yang bertugas
untuk menyelesaikan masalah, mungkin tidak akan berjalan lancar jika tidak ada
arsitektur komputer dalam sistem pengoperasian komputer yang dapat mempermudah
bermacam-macam bentuk pekerjaan manusia. Komputer yang tidak memiliki
arsitektur komputer tidak akan berfungsi dengan baik, komputer tidak akan dapat
mengolah perintah-perintah yang kita buat, tidak akan bisa menyelesaikan
persoalan, atau mungkin lebih banyak membuat kesalahan ketika kita
menggunakannya. Sama halnya dengan kemampuan kognisi manusia, tanpa adanya
struktur-struktur kognisi diri manusia, kita tidak dapat menjadi manusia yang
berkepribadian dan dapat menyelesaikan masalah yang sifatnya bermacam-macam dan
selalu berubah-ubah. Selain itu mungkin kita tidak dapat beradaptasi dengan hal
baru dalam kehidupan kita karena tidak adanya motivasi yang diciptakan oleh
struktur kognisi kita. Bisa bayangkan seorang manusia tanpa adanya struktur
kognisi?
D. Kelebihan dan Kekurangan Arsitektur Komputer
dibandingkan dengan Struktur Kognisi Manusia
1.
Walaupun kedua hal tersebut saling
berkaitan dan hampir sama dalam hal fungsional, namun tetap saja memiliki
kelemahan dan kelebihan yang berbeda. Berikut kelemahan dan kelebihan
arsitektur komputer dibandingkan dengan struktur kognisi manusia
Kelebihan:
a. Arsitektur komputer memiliki processor yang berjumlah lebih dari satu.
Sedangkan struktur kognisi hanya dikendalikan oleh satu individu.
b. Dari segi jumlah pengguna (user), satu arsitektur komputer dapat
digunakan oleh banyak pengguna yang berbeda-beda sedangkan struktur kognisi
hanya dapat digunakan oleh satu orang pengguna
c. Arsitektur komputer dapat membuka beberapa aplikasi dalam waktu bersamaan,
sedangkan jika kita memikirkan beberapa hal dalam hidup atau tujuan kita secara
bersamaan dan jika terlampau banyak, kita bisa stress atau bahkan sakit.
d. Arsitektur komputer menggunakan teknologi time sharing. Time
sharing adalah metode dimana memperbolehkan banyak pengguna untuk
mengunakan komputer secara interaktif atau dapat melakukan prosesing dalam satu
computer (Anonim, 2007). Sedangkan struktur kognisi manusia tidak dapat saling
berinteraktif dengan struktur kognisi yang dimiliki orang lain. setiap orang
memiliki tujuan dan kepentingannya masing-masing yang harus dicapai.
e. Arsitektur komputer memiliki kecepatan kerja processornya hingga 1GOPS (Giga
Operations Per Second). Sedangkan belum ada yang dapat memastikan berapa
kecepatan struktur kognisi yang dimiliki oleh manusia.
Kekurangan:
a. Karena ukuran komputer yang besar, maka diperlukan ruangan yang besar untuk
menyimpannya. Berbeda dengan struktur kognisi manusia yang dapat dibawa
kemanapun dan kapanpun serta dapat langsung digunakan ketika terjadi suatu hal.
b. Harga computer dan dilengkapi dengan arsitektur komputer sangat mahal.
Namun struktur kognisi manusia telah tercipta dari kita bayi tanpa harus
membayar apapun.
c. Interface dengan pengguna dalam arsitektur komputer masih menggunakan teks.
Struktur kognisis manusia bisa menggunakan apa saja untuk berinteraksi dengan
pengguna lain atau bahkan dengan lingkungannya.
d. Kerja arsitektur komputer sangat lama. Sedangkan struktur kognisi dapat
langsung digunakan ketika dibutuhkan.
e. Untuk menggunakan kinerja arsitektur komputer membutuhkan daya listrik yang
sangat besar. Berbeda dengan struktur kognisi manusia yang sangat praktis
Contoh Kasus:
Di setiap akhir perkuliahan terdapat penilaian nilai-nilai mahasiswa secara
kumulatif yang sering disebut dengan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif). Untuk
memproses nilai-nilai yang telah didapat oleh semua mahasiswa dari awal
semester hingga akhir semester, biasanya suatu universitas menggunakan sistem
komputer mengingat banyaknya jumlah mahasiswa dalam satu universitas. Sedangkan
di dalam sistem komputer tersebut, terdapat arsitektur komputer yang
menjalankan perintah-perintah untuk menyelesaikan penghitungan nilai IPK
tersebut. Misalnya, nilai-nilai tersebut diolah dengan menggunakan Ms. Excel
sebagai pengolah angka. Dalam Ms. Excel terdapat rumus-rumus yang membantu
mempermudah penghitungan semua nilai-nilai yang akan dihasilkan sebagai IPK,
dan pengguna hanya butuh meng-copy paste file untuk memproses nilai-nilai
mahasiswa yang jumlahnya ribuan tanpa harus menulis ulang kolom & baris
atau rumus-rumus yang akan digunakan. Untuk menciptakan program diatas
dibutuhkan struktur kognisi manusia yang berkembang dan telah dilatih dalam hal
sistem komputer dan struktur komputer.
BAB III
KESIMPULAN
Dari contoh kasus di atas dapat kita simpulkan bahwa
arsitektur komputer dan struktur kognisi manusia dibutuhkan untuk mencapai apa
yang telah direncanakan oleh manusia. Sesuai dengan definisi yang telah
dijabarkan di atas, arsitektur komputer merupakan rencana cetak-biru (blue-print)
dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain
(kecepatan proses dan sistem interkoneksinya). Sedangkan struktur kognisi
merupakan organisasi pengetahuan faktual yang diperoleh dari lingkungan dan
selalu berkembang sesuai dengan stimulus yang didapat dari lingkungan. Manusia
selalu berkembang dan selalu merubah target pencapaiannya sesuai dengan kondisi
yang sedang dialami saat itu. Arsitektur computer yang merupakan konsep
perencanaan dan struktur pengoperasian dasar, dapat membantu manusia dalam
mencapai target yang direncanakan dengan mudah.
Daftar Pustaka :
Anonim.
2007. Ilmu dan aplikasi pendidikan. Grasindo: Tim Pengembang Ilmu Pendidikan
FIP – UPI
Waruwu, A. 2010. Membangun budaya
berbasis nilai. Yogyakarta: Kanisius (Anggota IKAPI)