Selasa, 26 Maret 2013

TULISAN 1
KESEHATAN MENTAL
Apakah itu sehat ??? Seperti apakah orang yang sehat itu??? Apakah diri anda sudah sehat??? Hingga bagaimana kah kepribadian mental ??? Mungkin selama ini yang kita ketahui orang yang sehat mental ialah orang yang tidak memiliki penyakit, tidak memiliki catat, maka dari sana tugas kali ini akan menjabarkan sedikit pengertian hingga sejarah akan kesehatan mental.

      1. KONSEP SEHAT BESERTA DIMENSINYA

Konsep sehat yaitu dimana keadaan seeorang tersebut memiliki kesehatan yang baik jauh dari ketidak sempurnaan pada kesehatan jasmani maupun rohani, baik pikiran, emosional, dan spiritual. Kesehatan dalam keadaan sempurna , baik dari fisik, mental maupun sosial, dan tidak hanya terhindar dari berbagai penyakit, cacat, dan penyakit permanen lainnya. Disini dikatakan baik dalam pikiran yaitu seperti dalam akal dan berfikir. Emosional seperti hal kemampuan seseorang dalam hal menanggapi suatu permasalahan dan pengekspresian akan sesuatu hal yang sedang difikirkan atau yang sedang ia pendam. Sedangkan spiritual seperti keagamaan, iman, dan bagaimana seseorang tersebut menempatkan diri dalam kehidupan bermasyarakat. Dimensi kesehatan mental itu terbagi menjadi empat, yaitu:
  • Fisik, dimana seseorang memiliki fisik yang baik dan sehat
  • Mental, dimana secara mental seseorang dapat mengendalikan emosi dan perasaan dalam diri.
  • Sosial, seseorang mampu membaur atau menempatkan diri terhadap lingkungan sosialnya.
  • Ekonomi, seseorang dapat memenuhi dan terpenuhi segala kebutuhan sehari-hari.

  1. SEJARAH PERKEMBANGAN KESEHATAN MENTAL
Sebelum tahun 1600 dan taun 1692 gangguan mental tidak dianggap sebagai sakit.
·         Pada tahun 1600
Masyarakat Amerika menyimpulkan bahwa orang yang mengalami gangguan mental ialah orang yang dirasuki oleh roh-roh yang ada disekitarnya karena mereka dianggap telah melakukan kesalahan dalam menyatakan masalahnya.
·         Pada tahun 1692
Pada era ini masyarakat mendapati pengaruh dari para imigran dari eropa yang beragama nasrani beranggapan gangguan mental itu ialah orang yang terkena sihir dan diguna-guna. Hal ini membuat masyarakat takut dan membenci orang yang dianggap memiliki ilmu sihir.
Berbeda dengan di Eropa, khususnya Inggris, sebelum abad ke-17 orang yang memiliki gangguan mental disamakan dengan para penjahat dan semacamnya sehingga mereka dimasukan ke dalam tahanan.
·         Tahun 1724
Pendeta Cotton Mather mematahkan takhayul yang ada di masyarakat tentu yang berkaitan dengan sakit jwa.
·         Tahun 1812
Benjamin Rush menangani masalah penanganan secara manusiawi untuk menyelesaikan masalah untuk penyakit mental.
·         Tahun 1843
Kurang lebih terdapat 24 rumah sakit memiliki 2.561 tempat untuk menangani penyakit kesehatan mental.
·         Tahun 1908
Clifford Beers menulis buku tentang Found Itself dimana buku ini memiliki visi mengenai gerakan kesehatan mental.
·         Tahun 1909
Sigmund Freud mengajarkan psikoanalisa di Universitas Clark di Worcester.
·         Tahun 1910
Emil Kraepelin pertama kali yang mengambarkan penyakit alzheimer, dan mengembangkan alat tes yang dapat digunakan untuk mendeteksi gangguan epilepsi.
·         Tahun 1918
Asosiasi psikoanalisa membuat aturan bahwa hanya orang yang telah lulus kedokteran dan menjalankan paktek psikiatri yang dapat memilih calon untuk pelatihan psikoanalisa.
·         Tahun 1920-an
Komite Nasional untuk Mental Higiene menghasilkan satu set model undang-undang komitmen yang dimasukan ke dalam aturan beberapa negara.
·         Tahun 1930-an
Psikiater mulai menginjeksikan insulin yang menyebabkan koma dan shock sementara sebagai suatu treatment untuk penderita schizofrenia.
·         Tahun 1936
Agas Moniz mempublikasiakan laporan mengenai lobotomi frontal manusia yang pertama.
·         Tahun 1940-an
Elektroterapi yaitu dengan cara mengaplikasikan listrik tersebut ke otak. Cara ini pertama kali dilakukan di Amerika untuk menangani masalah ganguan mental.
·         Tahun 1947
Fountain House di New York City telah memulai rehabilitas psikiatrik untuk mereka yang sakit mental.
·         Tahun 1950
Telah dibentuk NAMH ( Association of Mental Health ).
·         Tahun 1952
Obat antipsikotik konvensional pertama yaitu Chlorpromazise.
·         Tahun 1960-an
Para media Inggris mengungkapkan akan kesehatan mental dengan menampilkan orang-orang yang pernah mengalami sakit mental agar mereka berbagi akan cerita pada saat mereka mengalami gangguan mental.
Jadi dari tahun 1724 sampai pada tahun 1960-an Gangguan Mental dianggap sebagai sakit atau penyakit.
·         Tahun 1961
Thomas Szasz menyatakan bahwa “sakit mental” sebenarnya tidaklah betul-betul “sakit”, tetapi merupakan tindakan orang yang secara mental tertekan karena harus bereaksi terhadap lingkungan.
·         Tahun 1962
Pada tahun ini terdapat 422.000 jiwa yang mengalami gangguan dan di rumah sakit untuk perawatan psikiatris di Amerika Serikat.
·         Tahun 1970
Pada tahun inilah dimulainya deinstitusional massal.
·         Tahun 1979
NAMH menjadi the National Mental Helath Association (NMHA).
·         Tahun 1980
Pada saat ini munculnya perawatan terencana.
Jadi dari tahun 1961 sampai pada tahun 1980 Gangguan Mental dianggap Sebagai Bukan Sakit. Hingga pada sejarah akan kesehatan mental yang terakhir yaitu melawan diskriminasi terhadap gangguan mental, yang terjadi pada;
·         Tahun 1990
NMHA memainkan peran pentingnya dlam memunculkan Disabilities Act, yang artinya melindungi warga Amerika dari deskriminasi.
·         Tahun 1994
Pada tahun ini diperkenalkan obat antipsikotik atipikal.
·         Tahun 1997
Para peneliti menemukan kaitan genetik pada gangguan bipolar yang menunjukan bahwa penyakit ini diturunkan.

PENDEKATAN KESEHATAN MENTAL
Orientasi Klasik
Orientasi klasik yang umumnya digunakan dalam kedokteran termasuk psikiatri mengartikan sehat sebagai kondisi tanpa keluhan, baik fisik maupun mental. Orang yang sehat adalah orang yang tidak mempunyai keluhan tentang keadaan fisik dan mentalnya. Sehat fisik artinya tidak ada keluhan fisik. Sedang sehat mental artinya tidak ada keluhan mental. Dalam ranah psikologi, pengertian sehat seperti ini banyak menimbulkan masalah ketika kita berurusan dengan orang-orang yang mengalami gangguan jiwa yang gejalanya adalah kehilangan kontak dengan realitas. Orang-orang seperti itu tidak merasa ada keluhan dengan dirinya meski hilang kesadaran dan tak mampu mengurus dirinya secara layak. Pengertian sehat mental dari orientasi klasik kurang memadai untuk digunakan dalam konteks psikologi. Mengatasi kekurangan itu dikembangkan pengertian baru dari kata ‘sehat’. Sehat atau tidaknya seseorang secara mental belakangan ini lebih ditentukan oleh kemampuan penyesuaian diri terhadap lingkungan. Orang yang memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungannya dapat digolongkan sehat mental. Sebaliknya orang yang tidak dapat menyesuaikan diri digolongkan sebagai tidak sehat mental.
 penyesuaian diri :
Menurut pendekatan kedua yaitu orientasi penyesuaian diri,seseorang dianggap sehat mental bila ia mampu menggembangkan dirinya sesuai dengan tuntutan orang-orang lain serta lingkungan sekitarnya.
 bahwa tidak ada garis yang tegas dan universal yang membedakan orang sehat mental dari orang sakit mental. Oleh karenanya kita tidak dapat begitu saja memberikan cap ‘sehat mental’ atau ‘tidak sehat mental’ pada seseorang. Sehat atau sakit mental bukan dua hal yang secara tegas terpisah. Sehat atau tidak sehat mental berada dalam satu garis dengan derajat yang berbeda. Artinya kita hanya dapat menentukan derajat sehat atau tidaknya seseorang. Dengan kata lain kita hanya bicara soal ‘kesehatan mental’ jika kita berangkat dari pandangan bahwa pada umumnya manusia adalah makhluk sehat mental, atau ‘ketidak-sehatan mental’ jika kita memandang pada umumnya manusia adalah makhluk tidak sehat mental. Berdasarkan orientasi penyesuaian diri, kesehatan mental perlu dipahami sebagai kondisi kepribadian seseorang secara keseluruhan. Penentuan derajat kesehatan mental seseorang bukan hanya berdasarkan jiwanya tetapi juga berkaitan dengan proses pertumbuhan dan perkembangan seseorang dalam lingkungannya
Orientasi Pengembangan Potensi


Pendekatan terakhir dalam kesehatan mental adalah orientasi pengembangan potensi dimana seseorang dianggap mencapai taraf kesehatan jiwa bila ia mendapat kesempatan untuk mengembangkan potensialitasnya menuju kedewasaan sehingga ia bisa dihargai oleh orang lain dan dirinya sendiri

sekedar usaha untuk mencapai kebahagiaan masyarakat, karena kebahagiaan masyarakat itu tidak akan menimbulkan kebahagiaan dan kemampuan individu secara otomatis, kecuali jika kita masukkan dalam pertimbangan kita, kurang bahagia dan kurang menyentuh aspek individu, dengan sendirinya akan mengurangi kebahagiaan dan kemampuan sosial.


SUMBER : ;  Hall, Calvin S. & Gardner Lindzey. (1993). Psikologi Kepribadian: Teori-teori Psikodinamik (Klinis). Yogyakarta: Kanisius
Sarwono, Sarlito W. (2009). Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: Rajawali Pers
                     Rochman,Kholil Lul.2010.Kesehatan Mental.Purwokerto : Fajar Media Press

Tidak ada komentar:

Posting Komentar